gendut deor

Minggu, 04 Agustus 2013

Teknologi touch screen atau layar sentuh kini dapat dengan mudah kita jumpai berkat harganya yang sudah lebih murah dibanding beberapa tahun lalu. Meskipun banyak orang yang menggunakannya, tidak banyak dari mereka yang mengetahui cara kerja touch screen ini. Ada 3 teknologi dasar yang digunakan dalam suatu perangkat layar sentuh, yaitu resistif, kapasitif dan gelombang akustik permukaan. Berikut BerbagaiHal jabarkan satu per satu. 1. Resistif Teknologi ini adalah teknologi layar sentuh yang paling dasar dan paling umum digunakan, yang sering kita jumpai pada ATM dan beberapa handphone touchscreen yang disertai stylus. Layar resistif terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan konduktif dan lapisan resistif seperti yang dapat anda lihat pada gambar di bawah. Salah satu lapisan tipis berwarna kuning adalah lapisan resistif sedangkan satunya lagi adalah lapisan konduktif. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh titik-titik kecil yang disebut spacer untuk menjaga agar kedua lapisan ini tetap terpisah sampai anda menyentuhnya. Ketika anda menyentuhnya, maka kedua lapisan tersebut akan saling bertemu satu sama lain. Arus listrik berjalan di antara kedua lapisan ini setiap saat, tapi ketika jari anda menyentuh layar, kedua lapisan yang bertemu ini akan menciptakan perubahan arus listrik. Software khusus kemudian mendeteksi koordinat perubahan arus pada layar dan melaksanakan fungsi yang sesuai dengan koordinat tersebut. Layar sentuh resistif bersifat tahan lama dan konsisten, tapi lebih sulit untuk dibaca. Teknologi ini juga hanya dapat menangani satu sentuhan pada satu waktu dan tidak dapat melakukan fungsi yang lebih rumit, seperti misalnya, zoom dengan dua jari pada iPhone. Itulah sebabnya perangkat high-end menggunakan teknologi layar sentuh kapasitif yang dapat mendeteksi apa pun yang dapat menghantarkan listrik. 2. Kapasitif Layar kapasitif dibuat dari bahan-bahan seperti tembaga atau oksida timah indium yang dapat menyimpan muatan listrik dalam jaringan elektrostatik yang sangat kecil, yang masing-masing berukuran lebih kecil dari rambut manusia. Tidak seperti teknologi layar sentuh resistif, layar kapasitif tidak menggunakan tekanan untuk membuat perubahan dalam aliran listrik. Sebaliknya, teknologi ini bekerja dengan apa saja yang mengandung muatan listrik, termasuk kulit manusia, karena kulit manusia terdiri dari atom dengan muatan positif dan negatif. Ada dua jenis utama dari teknologi layar sentuh kapasitif ini, yaitu layar kapasitif permukaan dan layar kapasitif proyektif. Layar kapasitif permukaan menggunakan sensor di sudut-sudutnya dan sebuah film tipis yang disebarkan secara merata di seluruh permukaan (seperti yang digambarkan di atas). Sedangkan layar kapasitif proyektif menggunakan jaringan listrik yang membentuk baris dan kolom dengan chip terpisah sebagai sensornya. Dalam kedua jenis layar ini, ketika jari menyentuh layar, muatan listrik kecil ditransfer ke jari dan jari pun menyelesaikan sebuah sirkuit listrik. Hal ini menciptakan penurunan tegangan yang dicatat oleh sensor pada sudut layar. Software kemudian memproses lokasi penurunan tegangan ini dan memberi perintah untuk aksi berikutnya. Inilah sebabnya mengapa layar kapasitif tidak bekerja ketika anda memakai sarung tangan, karena kain tidak menghantarkan listrik, kecuali jika dilengkapi dengan benang konduktif. Jika anda masih bingung, silahkan simak ilustrasinya di sini. Salah satu kelebihan layar kapasitif dibanding layar resistif adalah bahwa layar kapasitif mengirimkan hampir 90 persen cahaya dari monitor, sedangkan layar resistif hanya menyalurkan sekitar 75 persen. Hal ini membuat layar kapasitif tampilan layar yang lebih tajam dan lebih jelas daripada layar resistif. 3. Gelombang Akustik Permukaan Teknologi layar sentuh jenis ini memanfaatkan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi sentuhan di permukaan layarnya. Pada layar sentuh dengan teknologi gelombang akustik permukaan, terdapat dua transduser (satu penerima dan satu pengirim) ditempatkan di sepanjang sumbu x dan y suatu layar. Selain itu, ditempatkan juga kaca yang bersifat reflektor, sehingga gelombang ultrasonil yang dikirimkan tranduser tetap berada di dalam layar. Transduser penerima dapat mengetahui jika gelombang telah terganggu oleh sentuhan pada saat tertentu, dan bisa mendeteksi lokasi sentuhan. Selanjutnya informasi sentuhan tadi dikirimkan ke software yang mengatur perintah lebih lanjut. Layar sentuh jenis ini tidak memiliki lapisan logam pada layarnya, sehingga mengirimkan 100 persen cahaya dari monitor yang membuatnya dapat menampilkan gambar yang sempurna. Hal ini membuat teknologi ini menjadi pilihan terbaik untuk menampilkan grafis yang detail. Selain itu, dibandingkan layar kapasitif yang harus memiliki input konduktif, untuk mendeteksi sentuhan. Layar sentuh gelombang akustik dapat mendeteksi hampir setiap objek apapun, kecuali benda keras dan kecil seperti ujung pena. 4. Teknologi Selanjutnya? Teknologi layar sentuh yang lebih mutakhir sekarang sedang dalam proses pengembangan, namun teknologi layar sentuh kapasitif masih tetap menjadi standar industri untuk saat ini. Tantangan terbesar pada teknologi layar sentuh adalah untuk membuat ukuran layar yang lebih besar, karena bidang listrik dari layar yang lebih besar seringkali mengganggu kemampuan sensornya. Insinyur software dari Perceptive Pixel, kini sedang mendesain multi touch screen, yang menggunakan teknologi yang disebut Frustrated Total Internal Reflection (FTRI) untuk membuat layar sentuh dengan ukuran yang lebih besar, yang mencapai 82 inci. Ketika anda menyentuh layar FTRI, anda menghamburkan cahaya, selanjutnya beberapa kamera di belakang layar mendeteksi cahaya ini sebagai perubahan optik, seperti layar sentuh kapasitif mendeteksi perubahan arus listrik.
Seperti kita ketahui, LJK (Lembar Jawaban Komputer) akan diperiksa menggunakan alat bantu berupa komputer. Mesin atau alat untuk membaca LJK ini sendiri disebut scantron. Mengikuti perkembangan teknologi, scantron pun berkembang menjadi semakin canggih. Sistem scantron modern saat ini memiliki teknologi yang cukup tinggi, dimana alat ini menggunakan sensor gambar dan algoritma pengolahan gambar yang sangat canggih. Algoritma ini bahkan dapat membedakan bulatan jawaban hanya dari pembacaan bulatan mana yang memiliki goresan paling tebal. Jadi jika anda mengisi setiap bulatan jawaban pada LJK anda, alat scantron canggih ini akan menentukan mana bulatan yang diarsir paling gelap dalam setiap barisnya dan menetapkannya sebagai jawaban anda. Bahkan sistem scantron canggih ini dapat melakukan pembacaan melalui kedua sisi LJK anda. Dengan demikian, anda dapat menggunakan pulpen, pensil atau bahkan tinta printer jika anda ingin mengerjakan LJK anda dengan menggunakan printer untuk menandai semua jawaban anda. Bahkan jika anda menggunakan pensil berwarna alat tersebut masih dapat membaca hasil tes anda asalkan anda tidak memakai warna yang sama dengan warna garis dan tulisan pada LJK. Karena jika anda memilih warna yang sama persis dengan warna garis pada LJK, alat scantron ini mungkin akan mengabaikan tanda yang anda berikan karena algoritma mesin ini akan menganggapnya sebagai bagian dari LJK dan bukan sebagai jawaban anda. Namun sayangnya alat canggih di atas masih jarang digunakan terutama di negeri kita ini. Teknologi untuk membaca LJK kebanyakan masih menggunakan mesin scantron model awal yang jelas jauh kurang canggih dibanding mesin scantron yang terbaru saat ini. Mesin scantron "kuno" tersebut bekerja membaca tanda pensil dengan cara menyinari cahaya melalui kertas jawaban dan kemudian akan dibaca oleh alat yang bernama phototube. Dengan sistem yang "jadul" ini, agar jawaban anda dapat untuk dibaca dengan sempurna oleh mesin scantron, maka cahaya harus benar-benar terhalang oleh pensil sehingga dapat terbaca dengan benar oleh phototube. Agar jawaban anda dapat dibaca secara sempurna oleh perangkat tua ini, maka satu-satunya alat yang aman untuk digunakan adalah pensil 2B. Mengapa harus menggunakan pensil? Pensil jelas mengapa lebih disukai daripada pulpen. Karena pensil memberikan anda kesempatan untuk mengkoreksi jawaban anda. Selain itu grafit pada pensil bekerja dengan baik untuk menghalangi cahaya scantron karena molekul grafit, yang membentuk lembaran kecil karbon, akan memantulkan banyak cahaya yang mengenainya dan menyerap hampir semua sisanya. Sedangkan jika anda menggunakan tinta pulpen, warna hitam tinta ini tidak cukup buram untuk sistem scantron yang tua ini. Selain itu, sebaiknya anda menggunakan pensil kayu bukan pensil mekanik walaupun sama-sama 2B. Karena pensil kayu membuat anda dapat mengisi bulatan dengan lebih cepat berkat ujungnya yang lebih lebar dibanding pensil mekanik. Lalu mengapa harus menggunakan pensil 2B? Hal ini dikarenakan oleh sifat grafit yang terang bercahaya. Jadi jika anda menggunakan pensil H atau HB, warna hitam yang dihasilkan tidak cukup buram cukup untuk dapat dibaca secara sempurna oleh sistem scantron yang lama dan beresiko terjadinya kesalahan pembacaan. Pensil 3B atau di atasanya mungkin akan bekerja dengan baik, karena mereka lebih gelap dari pensil 2B. Tapi sayangnya mereka juga dapat lebih mudah menyebabkan noda bila terhapus atau tidak sengaja tergosok oleh tangan saat anda mengisi LJK, sehingga meningkatkan kemungkinan kesalahan pembacaan pada mesin scantron ketika scantron sedang membaca jawaban anda. Jadi pensil 2B merupakan perpaduan tepat dari tingkat kegelapan dan kekerasan dari inti grafit untuk memblokir cahaya secara efektif, dan juga tidak terlalu menyebabkan banyak corengan lain yang tidak dikehendaki.
Robot yang pertama diciptakan pada sekitar tahun 400-350 SM oleh matematikawan asal Yunani bernama Archytas dan berbentuk merpati yang bertenagakan uap. Archytas, yang juga dikenal sebagai "bapak teknik mesin", membuat robot burungnya dari kayu dan menggunakan tenaga uap untuk menggerakan robot. Burung ini kemudian digantung pada sebuah batang poros dan pada satu titik burung itu berhasil terbang sejauh 200 meter sebelum kehabisan uapnya. Ia membuat robot burung ini dalam rangka meneliti tentang bagaimana cara burung terbang. Robot merpati uap ini diketahui sebagai robot pertama yang diciptakan di dunia. Archytas adalah seorang filsuf, matematikawan, astronom, komandan perang, negarawan, dan ahli strategi yang sangat terkenal pada zamannya. Di antara banyak prestasinya antara lain adalah sebagai pendiri matematika mekanik (yang sekarang disebut sebagai teknik mesin). Dia juga tercatat menjadi jendral penguasa yang terpilih selama tujuh tahun berturut-turut, yang sebenarnya melanggar aturan pada saat itu, namun, karena ia tidak pernah kalah sekali pun dalam pertempuran pada masanya dan sebagai ahli strategi yang sangat handal, maka orang-orang memutuskan untuk terus memilih dia sebagai pemimpin mereka. Karyanya di bidang matematika sangat mempengaruhi Plato dan Euclid dan banyak yang lainnya. Di antara prestasi matematikanya adalah, dalam geometri, ia berhasil memecahkan masalah "menggandakan kubus", seperti yang diusulkan oleh Hippocrates dari Chios. Ia juga membuat kemajuan besar dalam teori musik, dimana ia menggunakan matematika untuk mendefinisikan interval pola titi nada dalam skala enharmonik sebagai tambahan bagi skala yang sudah dikenal saat itu yaitu skala kromatik dan diatonis. Selain itu, ia menunjukkan bahwa pola titi nada pada alat musik gesek juga sangat berhubungan dengan udara yang bergetar. Archytas akhirnya meninggal karena tenggelam dalam kapal yang karam, dengan tubuhnya kemudian terdampar di pantai. Fakta Lain Tentang Robot Sementara robot humanoid (robot yang berbentuk mirip manusia) yang pertama dibuat oleh Leonardo Divinci pada sekitar tahun 1495. Robot ini berwujud ksatria lapis baja yang bisa duduk, melambaikan tangan, dan memindahkan kepalanya sambil membuka dan menutup rahangnya, yang mungkin dimaksudkan untuk menakut-nakuti anak-anak yang nakal. Manusia pertama yang diketahui dibunuh oleh robot adalah seorang pekerja pabrik di Kawasaki Jepang pada tahun 1981, ketika sebuah lengan robot tidak dapat dikendalikan dan akhirnya menghancurkan tubuhnya. Cyborg pertama di dunia adalah seorang professor di bidang cybernetic yang bernama Kevin Warwick. Ia menempatkan chip komputer di lengan kirinya yang ia gunakan untuk mengontrol pintu, tangan buatan, dan kursi roda elektroniknya dari jauh. Di antara eksperimennya yang terkenal antara lain pada tahun 2002, ia menggunakan sistem sarafnya untuk terhubung melalui internet dan mengendalikan lengan robot, termasuk kemampuan untuk merasakan apa yang lengan robot tersebut rasakan melalui sensornya. Istrinya juga telah dilengkapi dengan alat yang serupa, meskipun dengan perangkat yang lebih sederhana yang terhubung ke sistem sarafnya sehingga mereka dapat "berkomunikasi" satu sama lain melalui internet
PERISKOP SEDERHANA 1. PERALATAN YANG DIPERLUKAN • Selembar karton yang kaku, 34 cm x 63 cm • Gunting • Pita perekat • Dua buah cermin kecil, 9 cm x 9 cm • Sebuah penggaris • Pensil • Dua buah karton, masing-masing berbentuk persegi dengan sisi 9 cm 2. CARA PENGERJAAN • Dengan menggunakan penggaris, bagilah karton menjadi empat bagian yang sama besar, masing-masing 8 cm lebarnya. Gambarlah persegi dengan sisi 6 cm sebanyak dua buah. Potonglah persegi tersebut. • Potong persegi secara diagonal untuk membuat dua buah segitiga siku-siku. • Tempatkan segitiga tersebut pada bagian atas strip kertas. Garislah dengan menggunakan pensil. Kemudian. Potong sepanjang garis tersebut untuk membuat celah, lakukan lagi di tiga tempat lainnya. Tekuklah karton dan rekatkan sisinya dengan menggunakan pita perekat. • Selipkan kedua kaca melalui celah. • Tempatkan di balik penghalang sehingga periskop tersebut berdiri tegak melampaui kepala. Lihatlah melalui lubang persegi di bagian bawahnya. 3. HASIL PERCOBAAN Cahaya yang memantul dari benda atau orang di sisi lain dari penghalang mengenai cermin pada bagian atas periskop. Karena sudut cermin ini, maka cahaya dipantulkan lagi ke cermin bagian bawah periskop. Maka di cermin bagian bawah akan terlihat bayangan benda atau orang yang ada di balik penghalang.
Mungkin anda pernah melihat adegan interogasi dalam film-film Hollywood dimana terdapat cermin besar di dalam ruangan. Di satu sisi bertindak sebagai cermin, sedangkan di sisi lainnya cermin tersebut bertindak seperti kaca jendela sehingga orang di ruangan sebelah bisa melihat ke dalam ruang interogasi tersebut. Selain biasa digunakan dalam mengawasi interogasi, ternyata cermin dua arah ini juga sering disalahgunakan seperti untuk mengintip dengan ditempatkan di ruang ganti wanita atau bahkan kamar mandi. Cara Kerja Cermin Dua Arah Umumnya cermin terdiri dari dua lapisan. Pada cermin biasa, lapisan terdepan hanyalah berupa kepingan kaca biasa. Sedangkan lapisan belakangnya adalah lapisan yang terdiri dari zat yang mengkilap. Biasanya yang digunakan adalah lapisan tipis alumunium yang disebarkan secara merata di permukaan kaca lapis kedua sehingga menciptakan efek memantulkan bayangan pada cermin. Untuk lebih memahami cara kerja cermin silahkan baca post berjudul Sejarah Cermin dan Cara Kerjanya. Namun teknik pembuatan cermin dua arah berbeda dengan pembuatan cermin biasa. Dalam cermin dua arah, yang dalam bahasa Inggris disebut two-ways mirror, lapisan pemantul dipasangkan pada kedua sisi kepingan kaca. Bedanya, pada cermin dua arah, komposisi perak yang dipasang hanyalah setengah dari total luas permukaan kepingan kaca sehingga setengah dari cahaya yang melewati cermin dua arah akan diteruskan dan setengahnya lagi akan dipantulkan. Melihat melalui cermin dua arah hampir mirip dengan melihat melalui kain dengan anyaman yang jarang. Anda dapat melihat melalui kain tersebut karena dalam kain tersebut terdapat lubang-lubang kecil yang memungkinkan anda melihat melaluinya. Dalam cermin dua arah juga terdapat lubang-lubang kecil seperti itu, namun ukurannya sangat jauh lebih kecil dan lubang-lubangnya pun lebih merata di seluruh permukaan cermin. Namun cermin dua arah tidak dapat digunakan begitu saja. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar cermin dapat bekerja sebagai cermin dua arah. Bila syarat tersebut tidak dipenuhi maka cermin dua arah tersebut hanya akan menjadi cermin biasa saja yang hanya memantulkan bayangan seperti cermin biasa. Syarat tersebut yaitu bahwa salah satu ruangan harus memiliki penerangan yang lebih terang daripada ruangan yang lainnya. Bila seseorang melihat cermin dua arah dari ruangan yang lebih terang, maka dia akan melihat pantulan dari ruangan yang terang tempat dia berdiri. Sedangkan sebaliknya jika seseorang melihat cermin dua arah dari ruangan yang lebih gelap, maka dia akan melihat menembus melalui cermin seperti sedang melihat melalui kaca. Hal ini disebabkan karena bila seseorang melihat cermin dua arah dari ruangan yang lebih terang, maka dia akan mendapat dua sumber cahaya yaitu pantulan dari ruangan yang lebih terang tempat dia berdiri dan cahaya dari ruangan lainnnya yang lebih gelap. Cahaya pantulan dari ruang yang lebih terang tentunya jauh lebih besar intensitasnya dari cahaya ruang yang lebih gelap. Sehingga cermin dua arah akan terlihat seperti cermin biasa. Sebaliknya, bila dilihat dari ruangan yang lebih gelap, pengamat akan mendapat sumber cahaya yang jauh lebih besar intensitasnya dari ruangan lainnya. Cahaya dari ruangan dia berdiri juga akan dipantulkan, namun jumlahnya lebih sedikit karena lebih gelap. Sehingga cermin dua arah pun akan terlihat seperti kaca biasa. Namun bila kedua ruangan sama terangnya maka cermin dua arah akan terlihat seperti kaca biasa dan orang dalam kedua ruangan pun dapat saling melihat. Cara Membedakan Cermin Dua Arah dengan Cermin Biasa Di dalam beberapa tempat seperti toilet, ruang ganti, kamar pas, kamar bilas, dan ruangan pribadi lainnya terkadang cermin dua arah ini juga sering disalahgunakan seperti untuk mengintip terutama bagi para wanita. Orang yang tidak bertanggung jawab tersebut dapat dengan mudah melihat apa pun yang anda lakukan tanpa sepengetahuan anda. Tapi anda tidak perlu khawatir, terdapat beberapa cara sederhana untuk membedakan cermin dua arah dari cermin biasa. Tempelkan ujung jari anda ke permukaan cermin. Kemudian lihatlah, apakah ujung jari anda bersentuhan secara langsung dengan bayangan ujung jari anda di cermin. Bila terdapat jarak antara ujung jari anda dengan bayangan ujung jari anda di cermin, maka dapat dipastikan bahwa cermin tersebut merupakan cermin biasa. Hal ini disebabkan karena pada cermin biasa, lapisan alumunium sebagai pemantul dipasang pada belakang kepingan kaca, sehingga akan terdapat jarak setebal kepingan kaca tersebut. Namun, bila ujung jari anda menempel dengan bayangan ujung jari anda di cermin, maka dapat dipastikan bahwa cermin tersebut adalah cermin dua arah. Hal ini disebabkan karena pada cermin dua arah, lapisan alumunium sebagai pemantul dipasang di belakang maupun di depan kepingan kaca, sehingga bayangan pantulan ujung jari anda akan terpantul pada lapisan pemantul yang terdapat di depan kepingan kaca dan tidak terdapat jarak antara ujung jari anda dengan bayangan pantulan ujung jari. Cara berikutnya yang lebih sederhana adalah dengan mematikan lampu di ruangan anda. Karena jika ruangan anda memiliki intensitas cahaya yang lebih rendah maka cermin dua arah akan terlihat dengan jelas dimana cermin akan terlihat menjadi kaca jendela biasa. Namun jika anda tidak dapat menemukan saklar lampu ruangan anda maka tak ada pilihan lain selain menggunakan cara pertama di atas.
CD atau DVD yang sudah lama kadang mengalami kerusakan di permukaannya, misalnya goresan sehingga susah dibaca lagi. Sebelumnya saya pernah menulis tentang software gratis untuk recovery CD/DVD seperti ini dengan Recovery Toolbox. Tetapi sebelumnya, kita bisa mencoba berbagai tips berikut untuk membersihkan kepingCD/DVD. Berbagai cara berikut bisa dilakukan, seperti dengan Pasta gigi, Vaseline, Pledge, Brasso atau dengan Pisang dan kulitnya Sebelum melakukan hal ini, perlu dicek terlebih dahulu bahwa kondisi CD-ROM atau DVD-ROM/RW kita masih bagus, karena CD/DVD-ROM/RW yang sudah lama, kemampuan bacanya akan berkurang. Sehingga bisa jadi kusulitan membaca itu juga karena umurnya sudah lama dan sering sekali dipakai. Untuk memastikan hal ini, bias dicoba di beberapa komputer lain. Membersihkan goresan CD/DVD dengan Pasta Gigi Karena hampir semua orang mempunyai pasta gigi, mungkin cara ini yang perlu dicoba pertama kali. Caranya: 1. Siapkan CD/DVD yang permukaannya tergores baik sedikit atau banyak 2. Siapkan kain, kapas atau tissu yang lembut 3. Ambil pasta gigi, oleskan pada kain dan usapkan pada permukaan CD/DVD. 4. Gosok berulang-ulang dengan lembut sampai terlihat goresannya menghilang atau mulai hilang. 5. Setelah selesai, bersihkan dengan air kemudian tinggal di test. Membersihkan dengan Vaseline Bagi anda yang mempunyai Vaseline, bisa juga digunakan untuk membersihkan atau memperbaiki CD/DVD yang tergores. Caranya mirip dengan pasta gigi. Gunakan kain yang lembut dan oleskan vaseline di kain kemudian bersihkan permukaan CD/DVD yang tergores, ulangi sampai terlihat goresannya hilang atau terlihat bersih. Membersihkan dengan Pisang Selain enak dimakan, sedikit pisang dan kulit pisangnya ternyata bisa juga digunakan untuk membersihkan keping CD/DVD yang tergores. Caranya : Siapkan CD/DVD yang tergores/kotor Ambil pisang, kupas dan gosokkan pisang di permukaan CD/DVD secara memutar Seka dengan kulit pisangnya. Bagian lilin dari kulit pisang akan membantu memperbaiki dan membersihkan permukaan CD/DVD Ambil kain yang bersih dan lembut kemudian bersihkan permuakaan CD-nya dengan gerakan memutar dan tekanan yang ringan, selama 3-4 menit Setelah selesai bersihkan dengan pembersih kaca jika ada. Membersihkan dengan Pledge Pledge yang biasanya digunakan untuk membersihkan furniture atau perabot rumah tangga, bisa juga digunakan untuk membersihkan CD/DVD yang tergores. Caranya sama dengan sebelumnya, semprotkan Pledge di keping CD/DVD kemudian gosok dengan kain yang lembut secara perlahan, sehingga goresan di CD akan tertutupi oleh lapisan lilin. Membersihkan CD dengan Brasso Jika berbagai cara diatas tidak berhasil, Brasso bisa dijadikan alternatif. Caranya mirip seperti di atas, gunakan kain yang lembut, kemudian teteskan brasso di kain tersebut. Gunakan untuk mengelap permukaan CD sampai terlihat goresan menghilang atau menjadi halus kembali. Setelah selesai bersihkan dan coba CD tersebut. Berbagai cara diatas bisa dicoba dan di praktekkan, tetapi untuk CD atau DVD dengan kerusakan yang parah (goresan sangat dalam atau sangat banyak), mungkin tidak akan mudah, meskipun tidak ada salahnya untuk dicoba. Tips ini diambil dari berbagai sumber, semoga bermanfaat
Cara Membuat Cermin Cermin merupakan benda yang tak bisa ditinggalkan wanita, hampir setiap rumah pasti ada baik cermin ukuran besar ataupun ukuran yang kecil. Sebelum ada kaca cermin pantulan cahaya pada airpun bisa menjadi cermin. Cermin biasanya dibuat dengan kaca yang dilapisi perak atau air raksa dibagain sisinya atau bisa menggunakan lelehan aluminium, semua dilelehkan dan dilapisi dibagian belakang kaca. Namun sekarang bisa dibuat dengan cara modern bisa digunakan bahan transparan dengan menggunakan lapisan penutup yang dapat memantulkan cahaya dan lebih bersifat transmitif terhadap sinar infra red, ini dikenal dengan metode cold mirror. Cermin modern terdiri dari lapisan tipis aluminium disalut dengan kepingan kaca dan bagian belakang cermin sering dicat hitam untuk melindungi logam dari pengikisan. Dengan bantuan mata, manusia belajar tentang dunia dan alam semesta , dengan bantuan Cermin orang berkaca melihat dirinya sendiri. Oke, untuk mengetahui cara pembuatan kaca cermin ini kita bisa membuat nya sendiri lho…. Dengan membeli bahan dan menggunakan alat yang sederhana kita bisa langsung praktek. Tapi ini kami kasih pejelasan hanya untuk gambaran saja kalau mau tahu lebih mendalam lagi kursus saja di Matahari. Untuk pembuatan kaca cermin kita membutuhkan Alat : Pemanas, termometer,wadah,timbangan,pengaduk,gelas ukur. Bahan –bahan : Aqua DM,Perak,sodiumTratat,amonia,Kertas saring, Lembaran kaca. Cara membuat Cermin : Tahap 1 : Panaskan Aqua DM, Perak, Sodium Tratat sampai suhu 100oC selama 7 menit. Tahap 2: Dalam wadah lain aqua DM,Perak diaduk sedikit-sedikit, tambahkan Amonia, terakhir sisa Perak Tahap 3: Lalu bahan tersebut saring dengan kertas saring Tahap 4: Lembaran kaca bersihkan dengan Amonia. selesai